Cerita Mudik 2014

Rabu, Agustus 06, 2014 || oleh Faris Arifiansyah

Wow.. rasanya sudah lama sekali saya tidak membuat artikel di blog ini. Ya memang ternyata sudah satu tahun lebih saya tidak menulis di sini. Bukannya tidak mau menulis, tapi keadaan di dunia nyata memang tidak memberikan waktu bagi saya untuk menulis hehe (Sok sibuk)

Ya, saya sibuk kuliah dan di samping itu ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan diluar jam kuliah dan bahkan pada saat libur masih ada kerjaan, sehingga memang tidak ada waktu untuk menulis. Harap maklum :D

Ok Kembali ke judul, kali ini saya akan bercerita tentang kegiatan saya selama mudik tahun 2014 mulai dari awal keberangkatan hingga tiba kembali di istana tercinta. Tanpa basa basi, langsung saja silakan menyimak cerita berikut ini:

Hari Pertama - The Day of Departure
"The Day of Departure" diambil dari nama judul chapter pertama dari manga/komik favorit saya, yaitu hunter x hunter. Saya ambil judul ini karena cocok dengan perjalanan mudik saya sekeluarga. The Day of Departure jika diartikan ke dalam bahasa indonesia adalah hari keberangkatan. Nah, Saya dan keluarga berangkat pada tanggal 26 juli 2014 pukul 05.00 WIB selepas shalat subuh. Oh iya, saya lupa memberi tahu, saya tinggal di cimahi, jawa barat dan mudik ke purworejo, jawa tengah.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kami mudik menggunakan mobil pribadi. Kami benar-benar selalu merasakan bagaimana atmosfer dijalanan ketika mudik. Ini dia foto "mobil pejuang silaturahmi" kami:


Dengan mobil itulah kami pergi ke kampung halaman kami, purworejo. Seperti yang sudah disebutkan di atas, kami berangkat jam 5 pagi. Kami berharap perjalanan kali ini lancar dan tidak terkena macet yang parah. Namun ternyata ketika baru saja memasuki tol, sudah terlihat keramaian mobil-mobil yang kebanyakan ber-plat 'B' alias berasal dari jakarta. Dan tentu saja, mobil-mobil tersebut adalah mobil-mobil para pemudik.

Kepadatan mobil semakin terlihat ketika sudah hampir mencapai pintu gerbang tol cileunyi. Dan ternyata, beberapa kilometer dari pintu gerbang sudah terjadi kemacetan. Ya, kemacetan di dalam tol. Macet yang saya pikir cukup panjang karena masih terjadi di dalam tol. Mungkin sekitar 5 km dari gerbang tol. Akhirnya Kami keluar tol sekitar jam 7 pagi. Itu berarti kami berada di dalam tol sekitar 2 jam. Ini adalah rekor terlama kami dimana biasanya perjalanan di dalam tol hanya memakan waktu 30 menit.

Kami pun tetap terus melanjutkan perjalanan. Tampaknya kami memang kurang beruntung. Sepanjang perjalanan kami, jalanan benar-benar dipenuhi oleh kendaraan. Di mana-mana macet sehingga perjalanan kami pun sangat lambat.

Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00. Kami memutuskan untuk mencari masjid untuk menunaikan ibadah shalat dzuhur dan beristirahat. Akhirnya kami pun sampai di masjid itje di daerah tasik. Di sana kami istirahat sebentar dan kemudian melanjutkan kembali perjalanan kami walaupun hujan masih mengguyur. Ya, seharian ini dari pagi hingga siang ini hujan terus menyambangi perjalanan kami.

Kami melanjutkan perjalanan dengan pergantian supir xD
Ya, saya yang sebelumnya mengendarai digantikan oleh kakak saya. Namun, masih sama dengan sebelum istirahat, perjalanan kami masih dilanda kemacetan serta hujan yang tak kunjung berhenti. Meski pun begitu kami tetap melanjutkan perjalanan.

Hari sudah mulai gelap. Kami bahkan belum sampai setengah perjalanan. Akhirnya ibu saya pun memutuskan untuk mencari penginapan karena sudah terlalu lelah. Kami pun tiba di penginapan sekitar jam sepuluh malam. Kami menginap di hotel kenanga indah, majenang. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh selama 10 jam kini bahkan sudah mencapai 17 jam dan baru setengah perjalanan. Benar-benar perjalanan yang melelahkan~


Hari Kedua - The Day of Departure Part 2
Hari kedua, yaitu tanggal 27 juli 2014 adalah hari terakhir di bulan ramadhan. Ya, kami bangun sekitar jam setengah 4 pagi untuk menyantap makanan sahur yang seadanya. Setelah tiba waktu shalat subuh, saya pun shalat kemudian tidur lagi karena masih terasa lelah sekali.

Saya terbangun jam setengah 7 pagi dan langsung bersiap-siap untuk kembali melanjutkan perjalanan. Setelah semua siap, akhirnya kami "take off" dari penginapan sekitar pukul 08.00. Kami pun melanjutkan kembali perjalanan kami.

Cuaca pada hari ini lebih bersahabat dibanding hari kemarin. Cuaca yang cukup cerah membuat mood menjadi lebih baik (agak lebay sih wkwk). Namun, cuaca yang mendukung ini tidak dibarengi dengan keadaan lalu lintas. Sama seperti hari kemarin, hari ini jalanan masih sangat dipadati kendaraan para pemudik. Tetapi walaupun begitu kami tetap melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampai di purworejo pada pukul 15.30.

Itu berarti jika dijumlahkan dengan perjalanan hari kemarin, maka total waktu perjalanan kami dari cimahi sampai purworejo adalah 22,5 jam. Keterangan :
Hari ke-1 : 05.00 s/d 22.00 = 17 jam
Hari ke-2 : 08.00 s/d 15.30 = 7,5 jam
---------------------------------------
Total                                   = 22,5 jam

Wow, benar-benar luar biasa keberangkatan kami pada mudik kali ini. Lelah memang dirasakan tetapi lelah itu terbayar ketika kita telah berkumpul bersama keluarga besar :D

Kami tiba di tempat adik dari nenek saya (dari ayah). Ayah saya sejak kecil tinggal di sini bersama paman dan bibi-nya. Tempat tinggal ayah saya ini terletak di desa maron, kecamatan loano, kabupaten purworejo.
Karena sejak kecil ayah saya tinggal di sini, maka setiap kali mudik, selalu ke tempat inilah pertama kali kami menginjakkan kaki di purworejo~


Hari Ketiga - Lebaran
28 Juli 2014 adalah hari raya umat islam. Ya, sejak tadi malam takbir telah berkumandang.
Saya terbangun jam 5 pagi. Langsung melaksanakan ibadah shalat subuh dan kemudian mandi untuk bersiap melaksanakan shalat ied. Setelah kami siap (sudah rapi, harum, dan ganteng :v), kami berangkat ke masjid sekitar pukul 06.50. Kami shalat ied di masjid tersebut dan setelah itu kembali ke rumah.

Selanjutnya kami menyantap makanan lebaran. Sayang sekali tidak ada kupat kali ini haha
Setelah makan selesai, seperti biasa, sudah menjadi tradisi bagi kami untuk berkeliling ke sepuh-sepuh atau kiyai untuk sungkeman. Hal seperti ini memang biasa kami lakukan setiap tahun.

Setelah selesai keliling sekitar pukul 11.00, kami langsung berangkat ke tempat nenek saya (dari ayah). Alamatnya terletak di Desa Kaliboto, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Memakan waktu perjalanan sekitar 10 menit menggunakan mobil.

Di sana kami juga sungkeman pada mbah putri karena mbah kakung sudah meninggal. Kami habiskan waktu di sana bersantai sambil mengobrol dengan keluarga besar walaupun belum semuanya datang.

Pada pukul 15.00 kami meninggalkan kaliboto dan pergi ke plaosan, tempat tinggal ibu saya semasa kecil. Nenek dari ibu saya baru saja meninggal sekitar satu bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 Ramadhan. Saya belum sempat ke makam beliau. Oleh karena itu pada hari ini saya mengunjungi makam nenek saya. Setelah selesai mendo'akan di makam, kami kembali ke rumah di plaosan dan bersantai di sana hingga waktu isya. Setelah shalat isya kami kembali ke kaliboto dan bermalam di sana~


Hari Keempat - Temu Kangen
Hari ini, 29 Juli 2014, keluarga besar dari pihak ayah mengadakan pertemuan keluarga. Ya, pertemuan keluarga besar keturunan Raden Danudirodo, yaitu kakeknya ayah saya. Pertemuan keluarga kali ini dilaksanakan di desa cacaban lor, bener, purworejo.

Lokasinya memang tidak terlalu jauh dari kaliboto namun jalan yang dilalui cukup "horror" xD
Jalan yang sempit, penuh tanjakan, serta berliku-liku kami lalui dalam perjalanan kami ini. Cukup "repot" ketika ada mobil dari arah yang berlawanan karena jalan memang sepertinya tidak didesain untuk dua lajur mobil :D


Namun meski jalanan cukup ekstrim, pemandangan di samping cukup indah sehingga kami cukup menikmati perjalanan ke tempat ini. 

Akhirnya kami pun tiba. Tampaknya kami datang terlambat karena keluarga di sana sudah menunggu cukup lama xD
Tak lama setelah kami tiba, acara langsung dimulai. Acara dimulai dengan kultum. Karena menggunakan bahasa jawa, saya tidak sepenuhnya mengerti. Mungkin hanya sekitar 70 - 80 persen. Ya, lumayanlah daripada tidak mengerti sama sekali, wkwkwkwk 

Setelah kultum ada beberapa sambutan yang disampaikan. Nah, setelah semua sambutan selesai, ada sesi perkenalan. Ya, karena kami semua memang belum kenal secara menyeluruh, maka diadakan sesi perkenalan setiap keluarga agar saling mengetahui dan mengenal. 

Setelah itu barulah acara inti dimulai.. Ya, makan-makan :9
Tentu saja bagian ini adalah favorit saya hahaha. Kami makan-makan sambil mengobrol santai dan diiringi musik musik jadoel. Suasana yang cukup menyegarkan :D

Acara makan-makan menjadi penutup dari keseluruhan acara "temu kangen" tahun ini. Kami pun berpamitan pulang sektiar pukul 14.00. Saya sekeluarga kembali ke rumah yang di maron, loano, purworejo. Kami menghabiskan hari ini di maron~


Hari Kelima
Hari ini 30 Juli 2014 adalah hari silaturahmi dengan keluarga dari ibu. Pagi bangun tidur kami sekeluarga langsung bersiap - siap menuju plaosan. Ya, tempat tinggal ibu saya semasa kecil. Sekitar pukul 08.00 kami berangkat ke sana.

Karena sudah dijadwal dan sudah tahu hari ini akan padat, maka setibanya di sana, kami langsung silaturahmi keliling. Di plaosan banyak sekali kerabat dari ibu saya, sehingga kami keliling ke cukup banyak rumah.

Setelah selesai berkeliling, kami kembali ke rumah, dan ternyata Bude sudah menunggu. Ya, kami akan pergi ke wates, jogjakarta tempat di mana makam almarhum adik ibu saya berada. Tidak menunggu lama, kami langsung berangkat ke sana.

Perjalanan memakan waktu satu setengah jam karena ada sedikit kemacetan. Kali ini saya yang menjadi supir haha. Berikut ini foto saya bersama kakak dan keponakan saya:

Tempat yang pertama kami kunjungi di wates adalah tempat Kiyai Sarjadi. Beliau adalah guru dari almarhum adik ibu saya. Jika tidak ada halangan, setiap tahun kami pasti selalu ke tempat ini. Karena ini juga merupakan amanah dari almarhum nenek saya (dari ibu).

Setelah dari tempat kiyai barulah kami ke makam Lik Ishadi, adik ibu saya. Setelah berziarah dan berdo'a kami kembali ke purworejo dan lanjut silaturahmi ke pangen, purworejo. Di sini adalah tempat kiyai haji. Saya kurang tahu persis hubungan keluarga saya dengan tempat ini, tapi setiap tahun kami selalu bersilaturahmi ke sini.

Begitu selesai silaturahmi kami kembali ke rumah plaosan. Kami istirahat dan menghabiskan hari ini di sini. Selepas maghrib kami sempat mencicipi bakso purworejo.. Benar-benar mantap :D
Setelah itu kami kembali ke rumah dan saya sendiri sempat bermain petasan dan sejenisnya bersama keponakan saya haha

Setelah merasa cukup bermain petasan, kami semua pun tidur~


Hari Keenam - Homecoming
Kamis, 31 Juli 2014 adalah hari terakhir saya di purworejo pada mudik tahun ini. Kami berencana pulang malam. Kami sebelumnya belum pernah coba jalan malam. Rencana ini dipilih untuk mengantisipasi kemacetan jika pulang hari jum'at atau sabtu. Dan pilihan ini juga dipilih karena kami mendapat tambahan "supir" haha.
Ya, saudara sepupu saya tiba diplaosan dini hari tadi dan mau ikut pulang bareng. Dia tinggal di jakarta jadi rencananya mau bareng sampai bandung.

Pagi hari selepas shalat subuh, saya diajak oleh ibu ke pasar pagi. Tidak jauh dari rumah kami diplaosan memang terdapat pasar pagi, Pasar Pagi Liwung, Tambakrejo. Akhirnya saya dan saudara sepupu saya beserta adik dan ibu saya pergi ke sana dengan jalan kaki sambil menikmati udara segar di pagi hari.

Tidak lama perjalanan kami, sudah terlihat pasar pagi dari atas jembatan, berikut foto-fotonya:

Pasar Pagi Liwung terletak setelah jembatan ini:


Foto Pasar Pagi Liwung dari atas:


Foto-foto lain Pasar Pagi Liwung (didapat dari google):

Kami membeli beberapa jajanan dari sana, salah satunya nasi megono. Apa itu nasi megono?? Cari sendiri aja ya :D

Setelah kami kembali ke rumah, kami siap siap, mandi, dsb. karena rencananya kami akan berpamitan ke saudara-saudara kami dan mencari oleh-oleh. Setelah kami siap, sebelum meninggalkan plaosan, kami sekali lagi berziarah ke makam nenek saya (dari ibu). Sekali lagi mendoakannya dan setelah itu barulah kami pamit ke semua saudara yang ada di plaosan. Kami pun pergi dari plaosan.

Kami pergi ke pasar untuk mencari oleh-oleh. Oleh-oleh yang selalu kami bawa ke bandung eh cimahi adalah lanting. Mau tau apa itu lanting?? Cari aja sendiri wkwkwkwk
Selain lanting juga ada kue "satu", dll.

Setelah selesai dengan urusan oleh-oleh, kami pergi ke kaliboto juga untuk berpamitan. Setelah berpamitan selesai, adik saya memaksa ingin makan bebek goreng. Akhirnya sebelum kembali ke maron kami mampir makan ke Bebek Goreng Pak H. Dargo. Barulah setelah makan kami kembali ke maron. Sesampainya di rumah maron aku beristirahat karena akan kembali menyupiri perjalanan panjang xD

Akhirnya pada pukul 20.00 kami berpamitan pada kakek & nenek saya dan kami pun memulai perjalanan pulang kami~


Hari Ketujuh - Homecoming Part 2
Sekitar Pukul 00.00, kakak saya meminta diganti menyupir. Akhirnya saya pun yang mengambil alih supir haha
Kondisi jalanan ternyata memang tidak sesuai harapan.. Harapan kami adalah dengan berangkat malam jalan menjadi lebih lancar. Tapi ternyata tidak, jalanan tetap macet padahal masih dini hari. Bahkan sekitar jam setengah 3 pagi, kami mendapatkan macet total di daerah gombong.

Ya, sekitar 40 menit perjalanan kami terhenti tanpa bergerak sama sekali. Saya yang sedang menyupir saat itu pun merasakan ngantuk yang sangat berat apalagi seluruh keluarga saya sedang tertidur.. Bahkan saya sempat tertidur selama 3 menit xD

Akhirnya sekitar setengah 4 pagi saya minta diganti karena sudah terlalu ngantuk. Saudara sepupu saya yang menggantikan saya. Begitu saya diganti, kemacetan pun mereda dan kami bisa melanjutkan perjalanan ckckck

Kami istirahat shalat subuh di masjid baitul mu'minin di daerah karang pucung. Setelah shalat subuh selesai, kami langsung melanjutkan perjalanan kami. Kondisi lalu lintas masih macet dan bahkan jalan yang biasa kami lalui, yaitu gentong, tasik tidak dapat dilalui karena padat sehingga kami dialihkan ke garut.

Ternyata meskipun sudah dialihkan tetap saja jalan yang kami lalui masih macet. Hingga waktu jum'atan tiba, jalanan masih macet sehingga kami memutuskan untuk melaksanakan ibadah jum'atan sekalian beristirahat sejenak. Masjid yang kami datangi terletak di daerah cilawu.

Selepas shalat jum'at kami melanjutkan perjalanan kami. Lagi-lagi kondisi lalu lintas masih macet. Kami hanya bisa maju sedikit-sedikit saja. Indikator bensin sudah menunjukkan bahwa bensin perlu diisi. Sayang sekali kami terjebak macet di tengah hutan haha.. Ya, di sini tidak terlihat terdapat SPBU. Hanya terdapat SPBU mini.

Kami akhirnya lepas dari kemacetan ketika mulai memasuki lingkar nagreg. Walaupun kendaraan sangat ramai, tetapi tidak terjadi kemacetan. Alhamdulillah xD
Kami istirahat shalat ashar di suatu SPBU kemudian setelah itu langsung kembali melanjutkan perjalanan kami.

Akhirnya kami tiba di rumah pada pukul 18.30. Dengan begitu waktu perjalanan pulang kami sama seperti perjalanan keberangkatan kami, yaitu 22,5 jam. Bedanya pada saat pulang kami tidak menginap sehingga benar-benar terasa melelahkan. Tapi ya inilah yang namanya mudik. Ya, kemacetan memang bagian yang tidak bisa dipisahkan dari mudik~


Penutup
Well, itulah sedikit kisah tentang aktivitas saya semasa mudik tahun ini. Mudik bagi saya memang benar-benar merupakan waktu untuk bersilaturahmi karena jika bukan musim mudik saya tidak pernah bersilaturahmi ke banyak tempat seperti yang saya kunjungi pada cerita di atas.

Terima kasih sudah membaca :)

~ Selesai ~

You Might Also Like

Facebook Comments

4 komentar

  1. Mudik yang menyenangkan meskipun lelah dalam perjalanan tapi pengalaman lebih yang didapat tidak pernah terlupakan nice share..thx

    BalasHapus
  2. wah senasib kita. aku dari cimahi jam 4 pagi tgl 26, keluar majenang jam 1 malam... cimahi-majenang biasanya 3 ato 4 jam nyampe ini malah 21 jam... cimahi-nganjuk 650 km waktu tempuh 34 jam (sudah termasuk istirahat 5 jam)... salam kenal

    BalasHapus
  3. wah senasib kita. aku dari cimahi jam 4 pagi tgl 26, keluar majenang jam 1 malam... cimahi-majenang biasanya 3 ato 4 jam nyampe ini malah 21 jam... cimahi-nganjuk 650 km waktu tempuh 34 jam (sudah termasuk istirahat 5 jam)... salam kenal

    BalasHapus
  4. Lampung, Aktual.com — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni mencatat jumlah pemudik yang telah kembali dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mencapai 210.036 orang pada H+4 Lebaran 2015.

    Berdasarkan data dari posko Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Rabu (22/7) menyebutkan, dari jumlah tersebut diperkirakan masih ada sekitar 437.165 orang yang belum kembali karena jumlah penumpang arus mudik lalu mencapai 647.800 orang.

    Pemudik sepeda motor yang sudah kembali mencapai 20.437 unit, dan masih tersisa 44.919 unit yang belum kembali ke Jawa.

    ASDP Bakauheni: H+4 Lebaran, 210 Ribu Pemudik Kembali ke Jawa

    BalasHapus

Like us on Facebook

Blog Stats

Subscribe