Kisah mudik 2011

Selasa, September 06, 2011 || oleh Faris Arifiansyah

Menurut wikipedia, Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik hanya ada di Indonesia.

Nah, posting kali ini aku pengen cerita kegiatan-ku selama mudik tahun ini. Berikut cerita selengkapnya:


~ Kamis, 25 Agustus 2011 ~

Pada hari itu aku bangun sekitar jam setengah 4 pagi. Aku dan keluargaku bersiap-siap berangkat mudik ke kampung halaman. Kampung halamanku yaitu di Purworejo, Jawa Tengah. Berbeda dengan mudik tahun - tahun sebelum-nya, mudik tahun ini kami sekeluarga tidak disupiri oleh Ayahku lagi, tetapi memakai jasa orang sebagai supir. Yah memang semenjak ayahku terkena stroke ringan beberapa waktu lalu, setiap dia bekerja ke luar kota selalu disupiri. Dan supir yg membawa kami mudik tahun ini juga merupakan supir yang menemani ayah bekerja.

Tentu saja bagi kami supir ini tidak asing. Karena seminggu sekali pasti ke rumah untuk menyupiri ayah. Pak Paiman namanya. Aku tidak tahu bagaimana cara Pak Paiman menyetir. Kita lihat saja nanti (pikirku). Oke, jam sudah menunjukkan pukul 05.00 dan Pak Paiman pun sudah datang. Kami sekeluarga masuk mobil dan berdo'a agar diberi kelancaran dan keselamatan sampai disana. Saat itu masih tampak bulan sabit serta beberapa bintang yang menghiasi langit pagi yang Memberikan semangat kepadaku agar puasaku tidak batal meskipun melakukan perjalanan jauh. (haha lebay banget gue).

Aku duduk di paling belakang dan rasanya agak pusing karena Ternyata Pak Paiman ngebut juga.. Jam menunjukkan pukul 12.15, kami beristirahat di masjid yg terletak di daerah sruweng. Setelah beristirahat solat dzuhur sekitar setengah jam, kami melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampai di Purworejo tepatnya di Desa Maron kecamatan loano pada pukul 14.20. Dalam hatiku berkata "Wow, cepet banget". Tidak seperti biasanya memang, tahun - tahun sebelumnya kami biasanya berangkat jam 5 pagi dan sampai sekitar jam 5 sore. Itupun kalau lancar.

Sesampainya disana, kami langsung menurunkan barang - barang bawaan dan setelah itu aku langsung istirahat tidur. Sejam setelah sampai, Pak Paiman langsung berpamitan ke kampung halamannya di Bantul, Yogyakarta dengan diantar oleh ayahku sampai terminal. Ayahku sebenarnya sih masih bisa menyetir, tapi tidak untuk jarak yang jauh dan medan yang sulit.

Setelah terbangun dari tidurku, aku langsung mandi hingga akhirnya terdengar suara adzan dikumandangkan pertanda waktunya berbuka. Wah senang sekali rasanya berbuka bersama keluarga tercinta + kakek dan nenek. Sehabis berbuka, kami santai - santai menunggu waktu isya tiba. Dan setelah isya kami pun langsung solat. Kemudian kami semua langsung tidur karena mungkin masih lelah.


~ Jum'at, 26 Agustus 2011 ~

Pada hari jum'at ini, aku terbangun jam setengah 4 pagi untuk sahur. Seperti biasanya sambil sahur pasti nonton tv lah. Sehabis sahur aku langsung solat subuh dan setelah itu tidur lagi. Kaya lagunya Mbah Surip "Bangun tidur, tidur lagi". Sekitar jam 11 siang, aku ke tempat nenek dari ayahku di daerah kaliboto kec. Bener, Purworejo. Sesampainya disana kami ngobrol" sebentar lalu ke masjid untuk Jum'atan. Kami berada disini hingga jam 4 sore. Setelah itu aku dan keluarga berangkat ke nenek dari ibuku di daerah baledono kec. Purworejo, Purworejo. Kami berbuka puasa disana. Sebelum kembali ke Maron, kami makan dulu di RM H. Dargo. Adikku Erwan yang minta. Tampaknya bagi adikku, makan disini adalah kewajiban setiap kali mudik. Adikku ini memang suka sekali bebek goreng disini.

Sehabis makan kenyang, kami kembali ke Maron untuk tidur. Nenekku yang di Maron ini juga nenek dari ayah. Tapi.. susah juga ngejelasinnya. Simpel-nya gini. Nenekku yang di kaliboto merupakan Ibu Kandung Ayahku. Tapi sejak kecil ayahku sudah tinggal bersama kakek & nenekku yang di Maron. Nenekku yang di Maron ini merupakan adik dari nenekku yang di kaliboto. Simpelnya sih seperti itu.


~ Sabtu, 27 Agustus 2011 ~

Tidak ada yang spesial di hari ini. Aku terbangun jam setengah 4 pagi untuk sahur. Dan setelah itu aku seharian berada disini (Maron). Namun pada sore hari setelah berbuka, kami sekeluarga berangkat ke baledono untuk menginap disana. Ternyata disana sudah ada Mbak Desy yang datang dari Palembang bersama suaminya, Mas David serta satu anaknya yang cantik bernama Alin (Nama Panggilannya). Juga ada Mas Mirza disana dengan istrinya Mbak Nina dan anaknya yang super lucu Muhammad Bintang Ramadhan dipanggilnya bintang. Kami ngobrol - ngobrol sampai akhirnya aku tidur sekitar jam 9 malam.


~ Minggu, 28 Agustus 2011 ~

Pada hari minggu ini, seperti biasa aku bangun jam setengah 4, sahur. Setelah itu tidur lagi. Sekitar jam 10 pagi kami berangkat menuju rumah bude saroh di daerah magelang. Perjalanan sekitar satu jam setengah hingga akhirnya kami sampai di rumah bude saroh. Namun ternyata bude saroh tidak ada dirumah. Beliau masih berada di pasar. Beliau bekerja sebagai pedagang. Kami pun langsung menuju pasar tempat bude saroh bekerja. Lokasinya di Pasar Secang. Kami berhasil bertemu dengan bude saroh disini.

Ibuku yang ngebet banget pengen ketemu bude. Rencananya Bude Saroh akan berangkat haji tahun ini. Kalau tidak salah bulan oktober berangkat. Kami tidak berlama - lama disana. Hanya sekitar setengah jam disana. Jam setengah satu siang kami berpamitan kepada Bude Saroh. Kami dibekali makanan khas secang. Setelah bertemu Bude Saroh, kami menuju ke kaliboto. Dan akhirnya jam 2 siang kami sampai disana. Ternyata kami sampai bareng dengan keluarga Om Yuli (Adik ayahku yang kelima). Om Yuli bersama istrinya, Bulik Yayu serta 2 anaknya Pulung dan Arya baru tiba dari Klaten.

Kami santai - santai sambil ngobrol. Ada juga Om Imam (Adik ayahku yang keenam) bersama istrinya, Bulik Tanti dan anaknya Ningrum yang memang tinggal bersama nenekku disana. Kami santai - santai aja sampe malem. Eh, sekitar jam setengah sembilan malam, yang dari Pekalongan dateng. Yaitu Om Hadi beserta istrinya Bulik In (Adik ayahku yang keempat) serta 2 anaknya Mbak Oca dan Mbak Ega. Makin rame aja nih. haha :D


~ Senin, 29 Agustus 2011 ~

Seperti hari-hari sebelumnya hari ini aku bangun jam setengah 4 pagi. Biasa lah habis gitu tidur lagi. Baru sekitar jam setengah satu siang, aku dan keluarga kembali ke Maron. Eh, ternyata di Maron sudah ada Om Darto bersama istrinya Bulik Yati (Adik ayahku yang kedua) dan 2 anaknya, Mbak Desy dan Mas Fajar yang datang dari Tegal. Kami ngobrol santai hari itu sambil nonton sidang isbat. Ternyata lebarannya rabu. Akhirnya jam setengah sepuluh malam aku ke kamar n sleep well.


~ Selasa, 30 Agustus 2011 ~

Tidak ada yang istimewa di hari ini karena aku menghabiskan hari ini di Maron. Ga kemana - mana.


~ Rabu, 31 Agustus 2011 ~

Aku bangun jam setengah 5 pagi. Lalu mandi persiapan solat ied. Akhirnya jam 7 pagi solat ied. Setelah itu ceramah. Dan ceramahnya pake bahasa Jawa. Ga ngerti lah pokoknya. Setelah kembali ke rumah, aku sungkem ke orang tua dan kakek nenek. Setelah itu makan - makan. Dan habis makan - makan, kami sekeluarga keliling maron untuk sungkem ke orang orang yang sudah sepuh. Di purworejo ini memang ada tradisi sungkem kaya gini. Ga tau deh kalo di daerah lain gimana.



Setelah keliling maron, kami sekeluarga berangkat ke kaliboto juga untuk sungkem. Setelah sungkem sama mbah di kaliboto, kami sekeluarga besar keliling kaliboto untuk bersilaturahmi dan saling mohon maaf lahir batin. Di kaliboto ini banyak sekali petasan. Kata Bulik Tanti kalo tidak salah ada 11.000 petasan dalam semalam yang di nyalakan. Gila !! Kaya'nya orang-orang disini banyak uang. Tapi uangnya untuk beli petasan. hahaha...

Kertas - kertas bekas petasan:


Kemudian setelah berkeliling di kaliboto, aku sekeluarga berangkat ke baledono juga untuk melakukan hal yang sama. Kami keliling juga disini. Kemudian sekitar jam 2 siang, kami berangkat ke daerah yang bernama ndroko. Jalanan ke sana mengerikan sekali. Naik turun dan jalannya pun ancur. Sebelah kanan tebing sebelah kiri jurang. Serem deh pokoknya. Disana kami mengunjungi rumah Mbah Khom. Beliau adalah adik dari nenekku (dari ibu). Disana aku makan bebek ndekem. Wah, enak banget

Jam setengah 5 kami kembali ke baledono dan beristirahat. Malamnya sekitar jam 7, aku bersama kakak, adik, dan kakak sepupu-ku mencicipi bakso di sana. Namanya bakso rudal. Nikmat banget deh makanan hari ini. Setelah kenyang, kami kembali ke rumah dan tidur.


~ Kamis, 1 September 2011 ~

Hari kamis ini aku bangun jam 5 pagi. Jam 10 pagi aku dan keluarga berangkat ke pangen. Pangen ini ke tempatnya Kiyai H. Mutohar yang baru meninggal beberapa waktu lalu. Disana juga kami berkeliling ke Kiyai" yang ada. Sekitar satu jam setengah kami berada di pangen. Setelah itu, ibuku ada reuni bersama teman" SMP angkatan 1979. Jadul banget kan?? Gaya lah ibuku ada reuni kaya gituan. hehe.. Sambil menunggu ibu, aku bersama ayah, adikku erwan dan kakakku mbak rani berziarah ke makam kakek. Setelah itu, kami berempat makan bakso mantep. Benar - benar mantep.

Setelah berkenyang - kenyang ria, kami berempat solat dzuhur di masjid agung darul muttaqin Purworejo. Di masjid ini terdapat bedug terbesar di dunia yang dibuat hanya dengan satu kayu. Jadi tanpa sambungan. Nama bedugnya bedug pendowo. Aku sempat berfoto di depan bedug itu:

Fotoku di depan bedug pendowo:


Foto kakakku:


Keterangan bedug:


Setelah puas berfoto di masjid, kami menjemput ibu di tempat reuni. Lalu kami ke tempat oleh" untuk dibawa ke Bandung besok. Sehabis itu, kami kembali ke Maron untuk mempersiapkan keberangkatan kami pulang ke bandung besok. Jam pun menunjukkan pukul 9 malam. Saatnya untuk tidur.


~ Jum'at, 2 September 2011 ~

Hari Jum'at ini aku bangun jam setengah 5 pagi. Aku langsung bersiap - siap untuk kembali ke Bandung. Pak Paiman juga sudah datang dari Bantul tadi malam. Setelah semua beres, kami langsung berpamitan dengan simbah dan masuk ke mobil. Akhirnya jam setengah 7 pagi kami berangkat meninggalkan rumah kakekku.

Baru berjalan sekitar setengah jam, sudah terlihat banyak sekali mobil dan motor pemudik yang tampaknya juga sedang kembali ke rumahnya di Bandung maupun Jakarta. Perjalanan pulang benar - benar berbeda dengan saat berangkat. Kali ini jalanan dipadati dengan kendaraan meski memang masih lancar. Jam 12 kurang sedikit, kami berhenti di masjid Jami miftahul huda di daerah majenang untuk melaksanakan shalat Jum'at. Tak lama setelah solat jum'at usai, kami mencari rumah makan untuk mengisi perut yang sudah teriak - teriak (lebe).

Akhirnya kami menemukan rumah makan, yaitu rumah makan mergosari. Kami makan siang di rumah makan yang terletak di daerah cilacap ini. Setelah satu jam kami makan, kami melanjutkan perjalanan. Pak Paiman kali ini mengendarai mobil dengan kecepatan yang lebih ngebut dibandingkan saat berangkat. Mungkin pengen cepet sampe rumah kali ya?? hehe..
Sekitar jam 4 kami terjebak macet. Dan macet-nya sangat parah. Maju cuma 5 meter, berhenti 15 menit. Parah banget lah.

Itu macet mulai dari ciamis sampe habis tanjakan gentong baru lancar. Padahal aku kira itu macetnya di nagreg. Tapi ternyata di nagreg malah lancar. Alhamdulillah, setelah lewat nagreg, kami sekeluarga + Pak Paiman makan di pinggir jalan daerah rancaekek. Sehabis makan barulah kami melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampai di rumah tepat jam 12 malam. Cape juga.. Kebetulan saat itu ada Iran vs Indonesia. Langsung aja deh nonton walaupun cuma bentar. Sayang, indonesia kalah. Karena sudah terlalu ngantuk, akupun langsung tidur (ga mandi dulu. hhe).


Begitulah ceritanya.. Mudah - mudahan ga bosen baca cerita gue. Eh kok jadi gue?? aku maksudnya..

Foto - foto:








Selesai..

You Might Also Like

Facebook Comments

0 komentar

Like us on Facebook

Blog Stats

Subscribe