6/Tutorial/slider

Cara Kirim Pesan ke Diri Sendiri di Whatsapp

1 komentar
Sesuai judul, pada kesempatan kali ini saya mau berbagi sedikit trik yang mungkin berguna buat kalian semua, yaitu cara mengirim pesan / nge-chat ke diri sendiri di whatsapp. Seperti yang kita semua tahu, Whatsapp adalah salah satu aplikasi chatting yang paling populer di negeri ini. Kalian yang menemukan artikel ini lewat google mungkin memang sedang butuh mengirim pesan ke diri sendiri, tapi bagi kalian yang entah gimana caranya bisa sampe ke artikel ini, mungkin bertanya-tanya untuk apa kirim pesan ke diri sendiri hahaha

Saya menulis trik ini juga karena pengalaman pribadi butuh untuk kirim pesan ke saya sendiri. Jadi waktu itu ceritanya kebetulan saya lagi browsing di komputer terus nemu gambar bagus. Saya ingin pakai gambar itu di HP saya. Karena saya males colok kabel buat transfer data dari komputer ke HP, saya coba cari cara paling praktis. Kebetulan saya sering buka whatsapp web. Jadi menurut saya cara yang paling praktis ya kirim gambar itu ke saya sendiri via whatsapp web. Jadi, saya bisa buka di whatsapp yang ter-install di handphone haha

Secara default memang sepertinya whatsapp tidak menyediakan fitur untuk mengirim pesan ke diri sendiri. Tapi hal itu bisa diakali dengan langkah-langkah berikut:
  1. Buat grup whatsapp baru
  2. Karena buat grup itu harus menambahkan partisipan, maka tambahkan saja 1 teman/kerabat kalian ke grup tersebut
  3. Ketika grup sudah terbentuk, remove/keluarkan teman kalian tadi dari grup yang baru saja dibuat
  4. Selesai. Sekarang kalian punya grup yang isinya hanya kalian sendiri. Silahkan coba kirim sesuatu ke grup tersebut. Apa yang kalian kirim hanya akan bisa dibaca oleh kalian saja.

Simple bukan? 
Silahkan dicoba. Semoga bermanfaat :)

Cara Mudah Repeat / Ulang Video di Youtube

Tidak ada komentar
Ya, kali ini saya ingin berbagi sedikit ilmu tentang bagaimana cara melakukan pengulangan / repeat / loop video di youtube. Bagi kalian semua yang suka nonton video di youtube, pasti udah tau kan kalau ada "replay" button? Ya, tombol untuk tonton ulang.. Tapi tombol itu hanya muncul ketika video sudah selesai ditonton. Dan itu pun harus kita klik manual tombolnya baru bisa play ulang.

Nah, yang ingin saya beritahukan di sini berbeda dengan tombol replay tersebut. Dengan cara ini, kita bisa browsing di tab-tab lain di browser sambil menikmati video musik di youtube yang ingin kita play berulang-ulang tanpa kita harus klik tombol replay. Caranya sangat mudah. Tinggal klik kanan pada video yang kita tonton, lalu pilih Loop / Ulang.

Supaya lebih jelas, lihat screenshot berikut ini :

Cukup jelas bukan?? Jika kurang jelas, silahkan lihat video di bawah ini:

Seperti itulah cara mudah dan sederhana mengulang video di youtube tanpa perlu menginstall add-ons ataupun masuk ke situs situs lain. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Toshiba Satellite Volume Headphone Sangat Rendah

Tidak ada komentar
Mungkin ada yang pernah pengalaman punya laptop toshiba satellite yang volume-nya sangat rendah ketika menggunakan headphone atau headset. Ini kejadian baru-baru ini karena laptop asus tercinta saya kebetulan rusak, akhirnya saya sementara pinjam laptop kakak saya. Laptop kakak saya ini ber-merk Toshiba jenis Satellite C840.

Awalnya saya tidak merasa ada masalah ketika menggunakan laptop ini. Bahkan speakernya pun lebih keras dari laptop saya. Namun, ketika saya coba memakai headset, entah kenapa suara yang keluar begitu pelan. Sangat pelaan sekali suara yang keluar meski sudah di-setting 100%. Saya pun mencoba menjelajah ke internet untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan laptop ini.

Ternyata, memang tidak hanya saya yang mengalami hal ini. Saya lihat di beberapa forum, ada beberapa orang yang mengalami hal yang sama dengan laptop toshiba satellite meskipun seri-nya beda dengan laptop yang saya gunakan ini. Pada forum-forum tersebut, dikatakan bahwa solusinya adalah dengan cara berikut:

  1. Klik kanan icon speaker di pojok kanan bawah pada taskbar windows 
  2. Pilih Playback Devices
  3. Akan muncul daftar device yang dapat dimodifikasi pengaturannya.
  4. Pilih headphones dan klik properties
  5. Buka tab enhancement
  6. Beri tanda centang pada "Loudness Equalization"
  7. Klik Ok
Saya mencoba mengikuti langkah-langkah di atas dan ternyata memang sedikit menambah volume. Namun, saya masih kurang puas dengan hasilnya karena masih sangat pelan menurut saya. Akhirnya saya iseng-iseng cari software yang bisa meningkatkan performa audio. Saya mendapatkan software bernama DFX Audio Enhancer. Saya download lalu mencoba dan ternyata memang meningkatkan volume. Bukan hanya volume saja, kita dapat melakukan pengaturan sesuai yang kita inginkan.
Berikut ini screenshot dari software DFX Audio Enhancer ini :


Oh iya, saya lupa memberi tahu. Sistem operasi yang saya gunakan ini adalah windows 8.1. Saya tidak tahu apakah di sistem operasi windows 7 atau windows 10 audio laptop ini akan bermasalah atau tidak. Yang jelas pada windows 8.1 ini, saya merasakan masalah tersebut. Dan sejauh ini, menggunakan software DFX Audio Enhancer ini adalah solusi terbaik yang saya dapatkan..

Sekian artikel kali ini. Terima kasih.
Bagi yang penasaran dengan software ini, cari sendiri saja ya di google :D

Tutorial Mule ESB - Content Based Routing

Tidak ada komentar
1. Pendahuluan
1.1. Penjelasan Singkat Mule ESB
Mule ESB adalah ESB (Enterprise Service Bus) berbasis java dan merupakan platform integrasi yang memungkinkan developer untuk menghubungkan aplikasi-aplikasi secara mudah dan cepat serta memungkinkan aplikasi-aplikasi tersebut untuk saling bertukar data. Keuntungan utama dari ESB adalah bahwa ESB memungkinkan aplikasi-aplikasi yang berbeda untuk saling berkomunikasi dengan berperan sebagai transit system untuk membawa data antar aplikasi.

1.2. Content Based Routing 
Pada tutorial ini, akan dibahas mengenai permasalahan routing berdasarkan kontennya (content-based routing). Jadi, content-based routing ini adalah merutekan/mengarahkan message-message berdasarkan kontennya. Konten dari message tersebut menentukan akan dibawa ke mana selanjutnya message tersebut.

2. Tujuan
Pada tutorial ini, tujuan yang akan dicapai adalah:
  1. Membuat aplikasi anypoint studio yang merutekan message-message-nya berdasarkan logika yang dibuat pada Choice Router.
  2. Mengatur dan memanggil flow variables menggunakan Mule Expression Language.
  3. Menjalankan dan menguji aplikasi via browser.
3. Memodelkan Flow dengan Routing Choice 
Pertama-tama, buat project mule dan beri nama misalnya “Tutorial CBR”. Selanjutnya, gunakan building blocks pada Mule Palette untuk memodelkan aplikasi yang :
- Menerima request HTTP
- Mengubah inbound Property menjadi flow variable.
- Me-routing message berdasarkan flow variable yang berasosiasi dengan message
- Mengatur/membuat payload baru berdasarkan logika routing
- Membuat payload tersebut sebagai HTTP Response
- Catat (Log) hasilnya dan tampilkan di console

Building blocks yang dapat digunakan untuk memodelkan aplikasi dengan kriteria di atas adalah sebagai berikut:
- HTTP Connector
- Variable Transformer
- Choice Router
- Set Payload Transformer
- Logger

4. Memodelkan Aplikasi
Untuk membangun / memodelkan aplikasi / alur (flow) aplikasi secara visual, lakukan drag & drop building blocks dari mule palette ke canvas hingga menjadi seperti berikut ini:
Gambar 1

Terdapat 8 elemen dari flow aplikasi yang dibuat. Elemen-elemen yang digunakan adalah:
- HTTP : Terdapat pada bagian Connector pada mule palette
- Variable : Terdapat pada bagian Transformer pada mule palette
- Choice : Terdapat pada bagian Flow Control pada mule palette
- Set Payload : Terdapat pada bagian Transformer pada mule palette
- Logger : Terdapat pada bagian Components pada mule palette

*Tips : Gunakan palette search agar lebih cepat menemukan building block yang akan digunakan

Penjelasan setiap Building Block yang digunakan:
1. HTTP Connector
Mengijinkan aplikasi Mule untuk terhubung ke resource yang ada pada Web melalui protokol HTTP atau HTTPS.

2. Variable Transformer
Merubah flow variable pada message yang bisa dipanggil/digunakan dimanapun di dalam flow. Gunakan variabel transformer untuk merubah atau menghapus variabel pada message. Terdapat 2 jenis variable pada Mule, yaitu :
a. Flow Variable : merupakan instansiasi variabel dimana scopenya terbatas dan hanya bisa di akses pada flow (dan subflow) yang mendefinisikan variabel tersebut.
b. Session Variable : memiliki scope yang lebih besar (global) daripada Flow Variable dan bisa di akses dari flow manapun yang ada dalam aplikasi yang sama.

3. Choice Router
Mengevaluasi message terhadap kriteria tertentu, lalu mengirimkannya ke message processor yang sesuai dengan kriteria.

4. Set Payload Transformer
Merubah isi payload menjadi apapun yang didefiniskan. Payload bisa berupa string atau sebuah Mule Expression.

5. Logger
Mencatat message atau aktivitas dan menampilkan “catatannya” pada console.

Artikel ini masih dalam proses ...
Silahkan download PDF lengkapnya di sini :  Download

Mengenal Teknologi Augmented Reality (Realitas Tertambah)

1 komentar
Augmented Reality merupakan teknologi yang menggabungkan objek virtual dengan lingkungan nyata yang diproyeksikan secara real-time. Augmented Reality (AR) adalah variasi dari Virtual Environment (VE), atau lebih sering disebut Virtual Reality. Teknologi VE membawa pengguna ke dalam lingkungan buatan. Pengguna tidak dapat melihat dunia nyata di sekelilingnya.


Berbeda dengan Virtual Environment, Augmented Reality memungkinkan pengguna untuk melihat dunia nyata dengan objek virtual yang ditumpangkan pada dunia nyata. Oleh karena itu, AR hanya menambah realitas (tidak mengganti dunia nyata sepenuhnya). Pengguna akan melihat objek virtual dan objek nyata berada di ruang yang sama.

Augmented Reality membantu persepsi dan interaksi pengguna dengan dunia nyata. Objek-objek virtual ini menampilkan informasi yang tidak dapat diterima pengguna oleh inderanya. Informasi yang disampaikan oleh objek-objek virtual membantu pengguna dalam melakukan pekerjaan dunia nyata.

Berikut ini contoh penerapan teknologi augmented reality:
Gambar 1

Gambar 2

Gambar 1 dan gambar 2 adalah contoh hasil teknologi Augmented Reality. Gambar 1 memperlihatkan sebuah ruangan dengan meja dan sebuah telepon yang nyata. Di ruangan tersebut juga terlihat lampu virtual dan 2 buah kursi virtual. Sedangkan gambar 2 adalah contoh aplikasi edukasi pada iOS bernama iSkull. Dengan iSkull ini, pengguna dapat mempelajari tengkorak secara interaktif.

Saat ini, sudah cukup banyak tools yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi dengan teknologi AR. Beberapa di antaranya adalah Wikitude SDK, Vuforia SDK, dan DroidAR.

Ya, itulah sedikit pengenalan tentang teknologi AR. Semoga bermanfaat. Terima kasih telah membaca :)

Referensi:
R. Azuma. 1997. “A Survey of Augmented Reality

An ENTJ Person. A software engineer, experienced in web development, especially in Java. The best graduate of engineering field of Bandung State Polytechnic. Self-motivated and adaptable person. Highly passionate about IT stuff. A fast learner, always curious and loves to learn something new. Has a strong logical and analytical thinking. [Faris Arifiansyah] (https://lh4.googleusercontent.com/9-OcR6PfTb9wECGLmzP0uzrFor9GiXdbMHRt_eXiIh9D_kdopGPGDogIuhWVlCaeBfGONpDMz54MuZHfm98s=w1920-h925)